Allah adalah kata dalam bahasa arab yang berarti ‘Tuhan’. Secara khusus, kata Allah digunakan untuk merujuk pada Tuhan yang disembah oleh umat muslim. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang disembah dalam agama Islam, dan keyakinan ini dituangkan dalam syahadat, yaitu ‘La ilaha illallah’ yang artinya ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’. Didapatkan aneka ragam penjelasan dari kalangan mufassir terhadap kandungan surat At-Taubah ayat 39, antara lain seperti berikut: Bila kalian tidak berangkat wahai kaum mukminin, menuju peperangan melawan musuh kalian, niscaya Allah akan menimpakan siksaan pada kalian, dan akan mendatangkan kaum lain yang akan mau berangkat perang ketika mereka Balasan di atas berisi kenikmatan-kenikmatan di surga yang akan ‘ibadurrahman peroleh. Itulah balasan bagi mereka yang beriman dan memiliki sifat-sifat mulia berupa amalan dan perkataan yang mulia. Balasan tersebut adalah: Pertama: Ghurfah, yaitu surga. Abu Ja’far Al Baqir, Sa’id bin Jubair, Adh Dhohak, dan As Sudi berkata bahwa surga Syariat Islam mengarahkan umat muslim untuk berinfak di jalan Allah sebagai bentuk mencintai harta dengan kedermawanan. Infak juga bisa menyucikan jiwa raga manusia, serta mengeluarkannya dari kebakhilan. Orang yang beranggapan bahwa berinfak akan membuat hidupnya melarat, ialah orang yang keliru. Allah dalam Surah Saba' ayat 39 berjanji akan Rehabilitasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak sebagian dengan tanpa meningkatkan kualitas dan atau kapasitas dengan maksud dapat digunakan sesuai dengan kondisi semula. 2. Renovasi Renovasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak atau mengganti yang baik dengan maksud meningkatkan kualitas atau kapasitas. 3. Restorasi BEGITULAH secara harfiah kata “Qardhan Hasanan” dalam Q.S Al- Baqarah (2): 245 diartikan, yang lengkapnya adalah sebagai berikut: ”Siapakah yang mau meminjamkan pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (Qardhan Hasanan) maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. “Allah akan mengganti yang lebih baik” adalah sebuah kalimat yang sering kita dengar, terutama dalam konteks menghadapi kegagalan, kehilangan, atau penderitaan. Arti dari kalimat ini adalah bahwa Allah SWT akan selalu memberikan hal yang lebih baik bagi hamba-Nya, meskipun pada awalnya kita merasa bahwa apa yang terjadi adalah hal yang buruk. Xc8e59j.

allah mengganti yang lebih baik