Tariyang diiringi Rebana Biang ialah tari Blenggo. Tanjidor Musik Tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke 14 sampai 16. Menurut sejarawan, dalam bahasa Portugis ada kata tanger yang artinya memainkan alat musik. Memainkan alat musik ini dilakukan pada pawai militer atau upacara keagamaan. Tarirenggong manis merupakan tarian suku Betawi yang merupakan perpaduan dari persilangan budaya. Tari ini menceritakan tentang ungkapan bahagia serta kebersamaan remaja putri dari kombinasi budaya Betawi, Arab, Cina Klasik dan India. Tarian Betawi ini umumnya dilakukan pada acara yang bersifat resmi seperti penyambutan para tamu. Contohtari tradisi berpasangan seperti tari Payung dari Sumatra Barat yang diciptakan oleh Huriah Adam. Tarian Berkelompok. Tarian berkelompok adalah tarian yang dilakukan oleh laki-laki, perempuan, atau campuran antara laki-laki dengan perempuan. Contoh tari berkelompok misalnya : tari Cente Manis dari Betawi; Burung Enggang dari Kalimantan TariCokek Betawi merupakan salah satu bentuk tari pergaulan masyarakat setempat sebagai perpaduan antara nilai-nilai kebudayaan Betawi dengan masyarakat luar. Tari Coken dipertunjukkan terutama dalam merayakan kenduri atau perayaan hari besar orang Cina, seperti pada perayaan keluarga, perayaan pernikahan, atau hiburan lainnya. Sebagai seni hiburan yang bersifat pergaulan, tari cokek cukup populer dan berkembang di Jakarta dan daerah sekitarnya seperti Bekasi dan Tangerang. Gambang kromong merupakan kesenian musik yang berasal dari Betawi. Biasanya gambang kromong dimainkan saat mengiringi pertunjukan lenong serta tari cokek. Adapun contoh dari lagu sayur adalah kicir-kicir, jali-jali, kramat karem, ondel-ondel, gelatik ngunguk, surilang, cente manis, sayur asem dan juga sayur lodeh. Macam Macam TariCokek adalah salah satu tari tradisional Betawi yang sudah ditarikan sejak awal abad ke-20. Kata Cokek artinya artis atau penyanyi yang sering juga dipanggil dengan sebutan anak wayang. Untuk menambah daya pikat pertunjukan Cokek, maka mulailah ada upaya ibing (joged). PourtĂ©lĂ©charger le mp3 de Tari Cente Manis, il suffit de suivre Tari Cente Manis mp3 If youre looking to download MP3 tracks for free, there are several things you need to keep in mind. First, ensure that the app youre using is free, and that it is compatible with the platform youre using. So that you can keep the files where youd like. If its not clear which to pick, follow our short guide 67Sy. Tarian Nusantara Cente Manis karya Vita Valeska - YouTube Cente Manis Dance, Swarna Nusantara Burg-Brandenburg Folklorelawine,Germany 2013 - YouTube Tari cente manis - Angkoo Meragakan Gerak Tari Kreasi tari cente manis dari betawi merupakan contoh tari yabg disajikan secara? - TARI KREASI JAWA CENTE MANIS - YouTube 17+ Daftar Tari Betawi Sejarah, Makna, Ciri Khas & Gerakan Keunikan, Jenis dan Unsur Pendukung Tari Tradisional Budaya Tradisional Betawi Meriahkan Open House Sanggar Sanggita Kencana Budaya HijauBintaro SENI DAN BUDAYA BETAWI ENJOY JAKARTA TARI COKEK Queen Keunikan Sejarah Gerakan Tari Cokek Tarian Tradisional Daerah Betawi Jakarta - tipstriksib Budaya Tradisional Betawi Meriahkan Open House Sanggar Sanggita Kencana Budaya HijauBintaro Cokek Dance Setu Babakan Betawi Website Resmi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Bab 5 Keunikan Gerak Tari Tradisional - Seni Budaya Kelas 8 SMP / MTS Penuh Perjuangan Soeryo Aji Seto Pukau Penonton Kanal24 download video tari renggong manis Cara Penyajian Tari Tradisional dan Keunikan Gerak Tari Tradisional Keragaman Tari Kreasi Nusantara Pengertian dan Contoh Tari Kelompok Coretan Bintang naisya – Album Medley Jali Jali Pasar Ikan / Cente Manis / Stambul Jampang / Glatik Nguk Nguk / Roko Kretek / Kicir Kicir / Caca Marica / Dayung Sampan / Kr. Kemayoran / Tarian daerah Stok Foto, Tarian daerah Gambar Bebas Royalti Depositphotos Saman termasuk jenis tari tradisional di indonasia yang berasal dari daerah
 * a. jawa tengahb. aceh sumatra utarac padang Mengenal Kebudayaan Betawi Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 5 Keunikan Gerak Tari Tradisional Didukung Kemensos RI, Sanggar Margasari Tampilkan Pertunjukan Kesenian Betawi - Tarian Tradisional Betawi Setu Babakan Betawi Website Resmi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Tari Cokek, Tarian Tradisional Masyarakat Betawi – Media Online Keunikan Gerak Tari Tradisional Materi Seni Budaya Kelas 8 – Halaman 70 s/d 80 Tarian Tradisional Betawi Setu Babakan Betawi Website Resmi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Seni Budaya ‱ Kelas VIII SMP/M Ts Lila Bhawa Indonesian Dance UK - Ngarojeng Facebook 8 - Keunikan Gerak Tari Tradisional Arts - Quizizz Mengenal Tari Cokek - BUDAYA Ini OK - Indonesia Raya Kaya - Budaya Mengenal Kebudayaan Betawi Pembukaan STQ Nasional XXV di Pontianak, Foto 16 1803339 - Mobile Labuan Bajo Diproyeksikan sebagai Destinasi Wisata Alam dan Budaya – Paradiso Katalog Dalam Terbitan KDT - PDF Download Gratis Tuliskan jenis tarian daerah yang kamu ketahui dan asalnya - SENI BUDAYA Arts - Quizizz IG TxtdariBekasi on Twitter “Lagu yang biasa dibawakan dalam orkes tanjidor diantaranya Kramton , Bananas , Cente Manis , Keramat Karem , Merpati Putih , Surilang , dan lain sebagainya.” Katalog Dalam Terbitan KDT - PDF Free Download Sanggar Tari Jawa Yasa Budaya Semarang - Posts Facebook Kesenian Buhun Mampu Menggoyang Penonton - Prabu News Bab 5 Keunikan Gerak Tari Tradisional ii SMP/MTs Kelas VIII Semeter 1 - PDF Free Download Hal yang harus kamu ketahui mengenai budaya Betawi - Blanter .NET - Informasi Pengetahuan Masa Kini Tanjidor, Riwayat Musik Eropa yang Melegenda di Jakarta - Indonesia Kaya Menyusuri Jejak Orkes Tanjidor BAB II TINJAUAN PUSTAKA Our Visit to Tong Tong Fair 2015 - Den Haag - Deny and Ewald ULANGAN HARIAN PLBJ KD Arts - Quizizz 5+ Properti Tari Golek Manis Lengkap beserta Gambar dan Keterangan Bab 5 Keunikan Gerak Tari Tradisional Tanjidor, Riwayat Musik Eropa yang Melegenda di Jakarta - Indonesia Kaya Ini Dia 7 Tarian Betawi yang Wajib Kamu Ketahui BAB I PENDAHULUAN. Jakarta tumbuh dan berkembang hingga menjadi pusat pemerintahan, - PDF Download Gratis Seni Budaya Tari Kreasi kelas XI Arts - Quizizz Wadaya Warisan Budaya Ethnicity Wedding Expo Dalton Diharap Bisa Mendongkrak Ekonomi Makassar Halaman 2 Mengulik 17 Lagu Daerah Jakarta Betawi Beserta Lirik dan Maknanya Resep Membuat Kue Cente, Manis dan Lembutnya Melekat di Lidah Tanjidor, Seni Hybrid Saba Kota - Indonesia Kaya Mengenal Sejarah Tanjidor Bekasi - Warisan Budaya Kesenian Daerah Sumatera Tanjidor, Seni Hybrid Saba Kota - Indonesia Kaya Suku Betawi - Wikiwand Tarian Tradisional Betawi Setu Babakan Betawi Website Resmi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Sewa Baju Daerah Sewa Kostum Adat, Koleksi Kostum Nusantara Sanggar Yudha Asri PPT - Pertimbangan Etik Dalam Wound Care Ethic Applied to Nursing PowerPoint Presentation - ID5733184 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Seni dan Budaya Betawi Suku Betawi - Wikiwand Bab 5 Keunikan Gerak Tari Tradisional Tari Klana Raja Klono Rojo, Salah satu Jenis Tari Klasik Gaya Yogyakarta Musik Nusantara DKI Jakarta. - ppt download Tari 2 PDF Ki Anom Dwijokangko - KI JENDRA YUDHISTIRA PUTRA Facebook Sanggar Pusaka Tiga Saudara tak Kendor Lestarikan Tanjidor - Seni Budaya Betawi 5 Tarian Tradisional Betawi Yang Wajib Kita Ketahui - Suku Betawi - Wikiwand Tari Burung Enggang, Kesenian yang Diadaptasi dari Burung Keramat Suku Dayak Kenyah Transformasi Musik Gambang Kromong - Seni Budaya Betawi 20 Contoh Tari Berpasangan Asal Indonesia - Coldeja Blog Seputar Informasi Menarik Unik dan Bermanfaat Tarian Tradisional Betawi Setu Babakan Betawi Website Resmi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Tari Yospan, Tarian Persahabatan Rakyat Papua - Indonesia Kaya Topeng Gegot, Seni Tari Seni Budaya SMP/MTs Kelas VIII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2017 Pengarang Lagu Ondel Ondel Adalah Buku Siswa Seni Budaya Kelas 8-Flip eBook Pages 51 - 100 AnyFlip AnyFlip Musik Tanjidor Gemuruh Kesenian Irama Dari Betawi - Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia Bab 14 Meragakan Gerak Tari Kreasi IG TxtdariBekasi on Twitter “Lagu yang biasa dibawakan dalam orkes tanjidor diantaranya Kramton , Bananas , Cente Manis , Keramat Karem , Merpati Putih , Surilang , dan lain sebagainya.” ✓ 30 Contoh Tari Kreasi Modern Daerah di Indonesia - Ini Dia 7 Tarian Betawi yang Wajib Kamu Ketahui 2008200144DSbab2 BANDAR DJAKARTA - LUSIE BAYA dgn
 - Fanclub Lusie Baya Sosok di Balik Barongsai yang Lincah, Ternyata Anak Kecil
 Halaman all - Apa dan Bagaimana Peralatan Musik Gambang Kromong - Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat Tari Cokek, Sebagai Kesenian Betawi Alamat OBSERVASI UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Pendidikan kewarganegaraan Yang dibina ol Tarian Betawi merupakan tarian khas yang menjadi salah satu kesenian masyarakat kota Jakarta. Walaupun Jakarta termasuk kota metropolitan, kesenian seperti tari tradisional masih menjadi bagian dari warga Jakarta. Kesenian ini harus dilestarikan dan dijaga karena sebagai wujud identitas dan jati diri warga Jakarta. Tari Betawi merupakan warisan yang perlu dilestarikan dipelajari, apalagi pusatnya berada di pusat Ibukota. Memang tantangannya besar seiring berkembangnya teknologi dan budaya ini sering dilupakan. Berikut perpustakaan online adalah macam-macam tarian betawi yang paling terkenal. Macam Macam Tari Adat Betawi 1. Tari Lenggang Tari Zapin Tari Tari Tari Topeng Tari Sirih Tari Kembang Lambang Tari Lenggo Tari Nandak Ganjen. Macam Macam Tari Adat Betawi 1. Tari Lenggang Nyai. youtube Tarian yang pertama adalah tari lenggang Nyai. Nama dari tarian ini diambil dari sejarah seorang wanita bernama Nyai Dasimah. Nyai Dasimah adalah wanita yang berasal dari Jakarta yang mencari pasangan hidup. Nyai Dasimah memiliki dua pilihan yakni laki-laki pribumi dan laki-laki Belanda. Terjadi kebingungan dalam diri Nyai Dasimah saat memilih pasangan namun akhirnya Nyai Dasimah memilih laki-laki Belanda. Sepanjang kehidupannya dengan suami asal Belanda ini, Nyai Dasimah tidak dapat hidup tenang. Hal tersebut dikarenakan sang suami memiliki aturan yang sangat ketat. Nyai Dasimah merasa tidak memiliki kebebasan. Dari kisah ini kemudian terciptalah tari Lenggang Nyai yang diciptakan oleh Wiwiek Widiastuti. Ciri khas tarian ini adalah music Gambang Kromong yang digunakan sangat unik. Selain itu, para penari yang terdiri dari wanita memakai kostum dengan warna merah. Warna merah ini melambangkan keberanian dan semangat. 2. Tari Zapin Betawi. Tari Japin Betawi atau yang dikenal dengan nama Tari Zapin adalah salah satu tarian yang mengakulturasikan dua budaya. Tarian ini memiliki gerakan perpaduan antara budaya Melayu dan Arab. Berbeda dengan tarian lainnya, penari dalam tari Japin ini seluruhnya menggunakan kerudung. Tema dari tari Japin Betawi ini juga sangat unik karena memiliki unsur edukatif. Banyak orang yang senang menonton pertunjukan tari Japin ini Tarian ini telah tersebar ke berbagai wilayah termasuk Malaysia. Hal ini dikarenakan sejarah tari Japin ini adalah asli Melayu yang kemudian dibawakan oleh para pedagang dari Arab. Para pedagang tersebut pada abad ke 16 memulai dakwah mereka dengan menggunakan tari Japin ini. Tersebarlah tarian ini ke beberapa negara termasuk Brunei yang memiliki dua jenis tari yakni Zapin Tar dan Zapin Laila Sembah. Karena memiliki unsur Arab, maka tari Japin Betawi ini diiringi oleh music gambus dan marwas. Kedua alat musik ini termasuk alat music petik yang memberikan nada yang lembut sehingga cocok untuk tari Japin Betawi. 3. Tari Cokek. Tari Cokek adalah tari tradisional dari Betawi. Namun pada penampilannya, tari ini lebih mirip dengan budaya China. Hal tersebut dikarenakan wajah para penari yang menggunakan makeup berwarna putih tebal. Menggunakan music Gambang Kromong sebagai pengiringnya, tarian ini juga masih kental dengan adat Betawi. Salah satunya adalah penggunaan kostum Kebaya Betawi oleh para penari. Tarian ini digunakan sebagai tari penyambut tamu dan semua penarinya adalah wanita. Yang unik dari tari cokek ini adalah bagian gerakannya. Ada satu bagian di mana para tamu akan dipakaikan selendang di lehernya oleh para penari. Para tamu tidak diperbolehkan untuk menolak balutan selendang tersebut. Selanjutnya, para tamu pun diharuskan untuk mengikuti gerakan para penari dan menari bersama. 4. Tari Yapong. Tari Yapong merupakan salah satu tarian yang biasa ditampilkan saat acara Ulang Tahun Jakarta. Tarian ini didirikan pada tahun 1975 oleh seorang budayawan bernama Bagong Kusudiardjo. Nama tarian ini memang sangat unik karena tidak ada sejarah yang melatarbelakangi pembuatan namanya. Nama tarian ini terdiri dari dua kata yakni “ya” dan “pong”. Kata “ya” diambil dari lagu yang digunakan dalam tarian ini sedangkan kata “pong” diambil dari suara music yang mengiringi. Sehingga terbentuklah nama yapong untuk tarian ini. Tarian Betawi Yapong ini merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat dan dinas terkait. Tarian ini diiringi oleh music dari rebana ketimpring, rebana biang, dan juga hadroh. 5. Tari Topeng Betawi. Tarian yang selanjutnya adalah tari topeng Betawi. Tarian ini adalah kesenian yang menggabungkan antara seni tari dan drama. Tarian ini seperti halnya pertunjukan teater namun disuguhkan dalam bentuk tarian. Pada awalnya, tari topeng ini adalah salah satu pertunjukan teater tradisional. Dalam pertunjukannya, ada seni tari yang diselipkan. Selain menjadi salah satu warisan budaya Betawi, tari topeng ini juga sudah mendunia. Tari topeng ini juga sering ditampilkan pada acara khitanan dan juga pernikahan adat betawi. Tari ini dibawakan oleh para penari yang menggunakan topeng, di mana topeng tersebut tidak menggunakan tali ataupun karet. Topeng yang digunakan ini terbuat dari kayu yang dicat warna warni. Para penari harus menggigit bagian dalam topeng agar dapat melekat saat tari dilakukan. Tari topeng ini diiringi dengan alat musik kempul, rebab, gong, kecrek, kromong tiga, kulanter, dan gendang besar. Terlihat peralatan music yang digunakan sangat lengkap dan juga banyak. Sedangkan untuk kostum yang digunakan para penari yakni baju adat Betawi. 6. Tari Sirih Kuning. Tari Sirih Kuning adalah tarian yang digunakan dalam upacara pernikahan adat Betawi. Dinamakan sirih karena pada tarian ini digunakan sirih dare berwarna kuning. Sirih ini diberikan kepada kedua calon pengantin. Gerakan dalam tari sirih kuning ini merupakan gerakan kombinasi dengan tari cokek. Tarian ini menunjukkan adanya sepasang penari pria dan wanita. Pada zaman dahulu, tarian ini merupakan tarian betawi laki-laki dan perempuan, namun sekarang menjadi tari anak-anak. Tari ini pun tidak dilakukan berpasang-pasangan lagi. Kini, tarian ini sering ditampilkan ketika ada acara besar ataupun acara adat. Music khas dari tari Sirih Kuning ini adalah Gambang Kromong. 7. Tari Kembang Lambang Sari. Tari ini memiliki nama yang cukup panjang, tari kembang lambang sari. Sejarah dari tarian ini adalah kisah Bapak Jantuk Teater Topeng Betawi. Kisah tersebut menginspirasi sehingga terciptalah tari Kembang Lambang Sari ini. Kisah Bapak Jantuk adalah sebuah kisah yang sangat hebat yakni di mana seorang ayah yang sangat bahagia mengasuh anaknya. Rasa bahagia ini berubah menjadi suatu gerakan tari yang indah dan menarik perhatian. 8. Tari Lenggo Jingke. youtube Tari Lenggo Jingke merupakan salah satu nama tarian yang berasal dari bahasa Betawi. Arti dari lenggo jingke adalah melenggang dengan kaki yang berjinjit. Tari ini merupakan tari yang memiliki gerakan berdiri dengan ujung kaki yang berjinjit. Tarian ini biasa ditampilkan oleh para penari wanita yang berkelompok. Unsur pertama dari tarian ini adalah berjinjit sesuai dengan namanya. Lihat juga Rumah Adat Betawi Beserta Penjelasannya 9. Tari Nandak Ganjen. Tarian ini mungkin sedikit tidak familier oleh orang luar. Nama tarian ini sangat unik yang terdiri dari dua kata, yakni nandak dan ganjen. Kata nandak berarti menari sedangkan kata ganjen berarti genit. Sehingga jika digabungkan, arti dari nandak ganjen adalah menari dengan genit dan lemah gemulai. Hal ini tersirat dari gerakan para penarinya yang lincah dan genit karena dibawakan oleh wanita remaja. Baca juga Nama Pakaian Adat Betawi Tari Betawi ini haruslah dilestarikan karena banyak generasi muda yang memilih tari modern. Itulah beberapa macam tarian betawi dan keterangannya yang dapat menambah pengetahuan. Dampak budaya asing sangat berpengaruh bagi kelanjutan dari sebuah budaya yang ada di Nusantara. Terutama dari daerah ibukota DKI Jakarta dengan suku aslinya Betawi mempunyai beragam tarian tradisional yang beberapa diantaranya sudah mulai dilupakan. Pengaruh budaya asing jadi faktor tergerusnya tari Betawi. Namun, perlahan pemerintah dan masyarakat sudah mulai kembali memperhatikan budaya Betawi satu ini. Macam-Macam Tari Tradisional Betawi Dan Gambarnya 1. Tari Zapin Betawi2. Tari Nandak Ganjen3. Tari Blantek4. Tari Yapong5. Tari Blenggo6. Tari Ngarojeng7. Tari Topeng Betawi8. Tari Lenggang Nyai9. Tari Gitek Balen10. Tari Cokek11. Tari Sirih Kuning12. Tari Samrah13. Tari Renggong Manis14. Tari Lenggo Jingke15. Tari Kembang Lambang Sari16. Tari Ondel-Ondel 1. Tari Zapin Betawi sumber Kata Zafin dibaca Zapin berasal dari bahasa Arab yaitu Zafanan atau Zafana yang artinya mendadak atau mendadak. Atau arti lainnya yakni menari. Tarian ini berasal dari bangsa arab tapi dalam perkembangannya terpengaruh dengan tarian Melayu. Fokus Tari Zapin ada pada gerakan kaki dengan empat pola yaitu pola lantai pokok, pola lantai konde, pola lantai putaran dan pola tiga. Awalnya tari zapin tergolong ada tari pergaulan tapi kemudian beralih fungsi sebagai tari pertunjukan. Sehingga dipertunjukkan untuk memperingati acara khitanan, perkawinan, Hari Maulid Nabi dan sebagainya. Dengan bentuk pementasan disebut Malias, dimana penari berkelompok membuat setengah lingkaran atau lingkaran. Maka ditengahnya kosong digunakan sebagai arena pentas. Tari zapin juga mempergunakan jenis panggung Balandongan panggung buatan semacam proscenium. 2. Tari Nandak Ganjen sumber Sukirman atau lebih dikenal sebagai Entong Kisam menciptakan tari nandak ganjen sebagai tari kreasi baru dari Betawi pada tahun 2000. Tarian ini terinspirasi dari pantun lama Betawi yakni “Buah cempedak buah durian, sambil nandak cari perhatian”. Dalam bahasa Betawi nandak berarti menari sedangkan ganjen berarti centik atau genit yang dimaknai sikap menggoda. Tari nanjak ganjen bercerita tentang gadis remaja yang memasuki fase kehidupan dewasa atau yang lazim disebut ABG anak baru gede. Anak ABG pada masanya peralihan usia beragam sifat bisa muncul, mulai dari keceriaan, sedikit memberontak, ingin melakukan apapun yang mereka inginkan, tanpa harus bertanya dahulu karena mereka sudah merasa dewasa. Kostum penari pun mirip dengan kostum topeng Betawi Karena merupakan tarian turunan dari tari topeng. Busana penari mulai dari kebaya pola tiga warna kuning, hijau, merah di ujung lengannya, toka-toka penutup dada seperti kain yang disilangkan, ada kain “ampreng” untuk menutup bagian perut sampai bawah lutut. Juga memakai ikat pinggang “pending” berwarna emas dan selendang yang diikat pada pinggang. Rambut akan di konde, serta dilengkapi hiasan kepala seperti sumpit berwarna emas hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi. 3. Tari Blantek sumber Tari blantek sudah ada sejak zaman penjajahan dan termasuk tari kreasi yang hanya dipertaskan untuk pertunjukkan teater rakyat guna menghibur para tuan tanah zaman dulu. Nama tari blantek berasal dari iringan musiknya yang selalu berbunyi blan blan blan crek. Tari ini ditarikan oleh 4-6 orang wanita memakai busana serba cerah, dengan bagian depan akan dihiasi manik-manik, penari juga memakai selendang di bagian pinggang. Gerakan yang digunakan sangat cepat, luwes dan berenergi sehingga menghasilkan istilah gerakan yang disebut selancar, tindak, rapat tindak, puter goyang, geol dan lainnya. Iringi dengan perpaduan alat musik tanji seperti baritone, terompet, kendang, trombone, sambal, gong, dan tehyan. 4. Tari Yapong sumber Tari yapong termasuk tari pergaulan yang diciptakan untuk mengisi acara ulang tahun DKI Jakarta ke 450 pada tahun 1977, dengan hasil kreasi dari Bagong Kusudiarjo. Tari yapong mengandung adegan sendratari, dimana penari akan menari dengan kesenangan menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Musik pengiring penyanyi yang berbunyi “ya..ya..ya..” serta suara musik yang akan terdengar “pong..pong..pong” melatar belakangi penamaan tari yapong. 5. Tari Blenggo sumber Kata blengo berasal dari kata lenggak-lenggok, yaitu gerakan yang sering dilakukan untuk sebuah tarian, yang dalam kalangan masyarakat Betawi ada istilah “diblenggoin” yaitu gerakan sebuah tarian. Tarian ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Terdapat dua jenis musik pengiring yaitu Blenggo Rebana, menggunakan rebana biang, dan Blenggo Ajeng Betawi menggunakan gamelan ajeng. Tarian ini bernuansa Islam karena biasa dilakukan usai mengaji guna mengisi waktu luang. Pada awalnya tari blenggo digunakan sebagai tari pengiring pengantin pria yang menggunakan adat palang pintu. Namun, seiring perkembanganya tarian in digunakan sebagai tari persembahan untuk menyambut tamu dan termasuk tari hiburan. 6. Tari Ngarojeng sumber Gerakan tari ngarojeng terinspirasi dari musik Ajeng pada awalnya muncul di daerah Betawi pinggiran. Musik ajeng atau musik gamelan ajeng yang pada awalnya adalah musik untuk pementasan Wayang Kulit Betawi. Irama dari musik ajeng mengekspresikan kesabaran, ketegaran dan kekuatan untuk menjalani hidup. Tarian ini diciptakan oleh Wiwiek Widiastuti, yang menggambarkan perempuan Betawi pada masa lalu adalah kaum yang mempunyai kemampuan merawat rumah tangga dan lingkungan sekitarnya. Tari ngarojeng dipentaskan dalam berbagai kegiatan resmi yang diadakan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah DKI Jakarta. 7. Tari Topeng Betawi sumber Tari topeng Betawi adalah tarian yang sangat terkenal dari daerah Jakarta karena penarinya memakai topeng sebagai properti utamanya. Jika dilihat dari sejarahnya, tarian ini terinspirasi juga dari tari topeng Cirebon. Seperti pertunjukan opera tarian ini jadi perpaduan antara seni tari, nyanyian dan musik sehingga tarian ini lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakannya. Tari topeng biasanya dipertunjukkan saat acara khitanan, pernikahan serat acara resmi lainnya. Sebab dipercaya tarian ini bisa menjauhkan dari mara petaka, tetapi seiring perkembangan zaman kepercayaan ini sudah mulai luntur. Pertunjukkan diawali dengan iringan musik, setelah itu penari keluar dengan memakai topeng dilanjutkan dengan gerakan tapi sesuai dengan teman yang dibawakan. Temanya tergolong variatif, seperti cerita legenda, kritik sosial, kehidupan manusia, dan ceria klasik lainnya. Tarian ini diiringi dengan alat musik tradisional Betawi antara lain, kempul, kromong tiga, kulanter, krecek, gong buyung, rebab, dan gendang besar. 8. Tari Lenggang Nyai sumber Para wanita Betawi menarikan tari sembah nyai dengan mengekspresikan keindahan dan kelincahan mereka. Dibawakan oleh 4-6 gadis kecil tarian ini diciptakan oleh Wiwik Widiastuti pada tahun 1998. Tarian ini bercerita tentang wanita cantik dari Betawi bernama Nyai Dasimah yang menikah dengan pria Belanda bernama Edward William. Sayangnya dalam pernikahan tersebut Dasima terkekang dan haknya sebagai perempuan dirampas suaminya, oleh sebab itu ia memperjuangkan kebebasannya. 9. Tari Gitek Balen sumber Tari gitek balen adalah tarian yang bercerita tentang seorang gadis yang beranjak dewasa dengan kelincahan gerakan mengartikan bagaimana para remaja masuk dalam masa pubertasnya. Tarian ini termasuk kreasi baru, yang terinspirasi dari ketukan di dalam rangkaian gamelan ajeng Betawi. Tari gitek balen berasal dari istilah gitek yang artinya goyang dan balen yakni suatu pola pukulan pada gamelan Betawi. 10. Tari Cokek sumber Tari cokek jadi salah satu tari tradisional tempo dulu yang diiringi musik Gambang Kromong. Tari ini ditarikan oleh perempuan dan laki-laki secara berpasangannya, sebab tari cokek mempunya fungsi sebagai tari pergaulan. Awal pementasannya tari cokek hanya dipentaskan oleh tiga orang perempuan, tapi seiring perkembangan zaman tari ini dipentaskan secara berpasangan. Dengan awal pertunjukkan yaitu seperti wawayangan di mana penari akan berbaris memanjang laku melangkah maju-mundur mengikuti irama Gambang Kromong. Saat pementasan penari akan memakai baju kurung dan celana panjang berbahan sutra berwarna. 11. Tari Sirih Kuning sumber Tari ini merupakan bentuk pengembangan dari tari cokek, yang populer di kalangan Tionghoa di daerah pinggiran Betawi. Tari Sirih Kuning ditampilkan saat acara pernikahan, saat pengantin pria menyerahkan “Sirih Dare” kepada pengantinnya. Terdiri dari empat belas daun sirih, tujuh lembar di kiri dan tujuh lembar di kanan yang semuanya dilipat kerucut terbalik. Kemudian ditengah lipatan diberi mawar merah dan lembaran uang. Lipatan daun sirih yang berisi uang serta mawar akan dimasukkan lagi ke dalam pembungkus berbentuk segitiga yang luarnya sudah dilapisi kertas emas. Pemberian Sirih Dare melambangkan cinta, kasih serta persembahan untuk mengajak pengantin wanita duduk bersama serta saling mengasihi sebagai suami istri. Tarian ini juga digelar untuk menyambut tamu terhormat, dan untuk merayakan khitanan. Tari sirih kuning dibawahkan secara berpasangan, tapi tetap berjarak dan tidak bersentuhan. 12. Tari Samrah sumber Walaupun berasal dari Betawi, tetapi tari samrah mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan Melayu. Hal ini terlihat dari gerakan yang mengutamakan langkah kaki serta iramanya. Tari samrah diiringi dengan nyanyian seorang biduan, berupa pantun dan tema lagu percintaan, cinta wanita serta lagu bertema keagamaan. Tentu saja menggunakan lagu Melayu misalnya, Burung Putih, Pulau Angsa Dua, Cik Minah Sayang, Sirih Kuning Masmura. Namun, sebagai selingan menggunakan lagu Betawi seperti Kicir-Kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung. Karena diiringi dengan nyanyian tarian ini dibagi dua berdasarkan irama, yakni bertempo lambat dan cepat. 13. Tari Renggong Manis sumber Tari renggong manis yaitu tarian tradisional yang berfungsi sebagai ungkapan perasaan. Ungkapan perasaan yang dimaksud seperti ungkapan kebahagian dan rasa kebersamaan para anak yang beranjak dewasa. Tari renggong manis merupakan perpaduan budaya dari Betawi, China Klasik, India dan Arab yang dipentaskan pada acara-acara resmi saja. Seperti acara penyambutan tamu menunjukkan kebahagiaan tuan rumah karena kedatangan tamu terhormatnya. Musik Gambang Kromong juga ikut andil untuk mengiringi tarian ini dengan suara rebab dua dawai. Yang akan terdengar dengan jelas unsur-unsur etnik China. Penari akan memakai busana yang mencolok dengan motif kain penuh pernak-pernik budaya China. 14. Tari Lenggo Jingke sumber Abd. Rachem menciptakan tari legong jingke sebagai tari kreasi baru. Tarian lenggo jingke tercipta berdasarkan pola gerak tari dari tari belenggo. Lenggo berarti tari atau goyang sedangkan jingke berarti jinjit. Menghasilkan tradisi Betawi dengan nuansa tarekat, yaitu nuansa pembangunan semua bentuk tari tersebut sangat Islami. Tari lenggo jingke dipertunjukkan oleh hanya penari wanita. 15. Tari Kembang Lambang Sari sumber Tarian ini kembali diciptakan oleh Wiwiek Widyastuti pada tahun 2000 sebagai tarian kreasi baru. Tari kembang lambing sari terinspirasi dari Lakon Bapak Jantuk dalam sebuah pentas teater rakyat Topeng Betawi. Yang adalah perpaduan dari musik, tari, lakon drama, dan bobodoran atau lawak. Adegan Bapak Jantuk dan istrinya yang kerap bertengkar karena hal sepele, dengan adegan keduanya disampaikan dalam bentuk berbalas pantun. Kemudian dialog inilah yang menjadi inspirasi dari sebuah tari kembang lambing sari. Nama kembang sari berasal dari iringan tari topeng Betawi. Dalam tarian ini mengekspresikan kebahagian Bapak Jantuk saat menjaga anak-anaknya dengan adegan bernyanyi, menari dan juga berbalas pantun. Tarian ini dibawakan oleh sekumpulan gadis yang berjumlah ganjil karena gerakan yang lemah gemulai lalu semakin lincah mengikuti iringan musik yang ada. Para penari akan memakai kostum kebaya tiga pola dan bawahan kain batik khas Betawi. Sebagai alat musik pengiring menggunakan gamelan topeng, terdiri dari sebuah rebab, satu ancak kenong berpencon tiga, sepasang gendang gendang besar dan kulanter, sebuah kempul yang digantungkan pada gantungan, sebuah kecrek dan sebuah gong tahang atau disebut juga “gong angkong”. 16. Tari Ondel-Ondel sumber Tarian ini sangat terkenal dank has dari Betawi karena terinspirasi dari boneka besar yagng tersbuat dari anyaman bamboo dengan tinggi ± 2,5 meter dan diameter ± 0,8 meter “ondel-ondel”. Namun, tari ini tidak menggunakan boneka ondel-ondel sebagai propertinya tapi hanya menggunakan tampah kecil berhiaskan dengan hiasan wajah khas ondel-ondel yang dibawah para penari. Tari ini menggambarkan kecerian gadis remaja yang sudah ikut menyelenggarakan pesta khitanan yang memang pesta ini selalu dimeriahkan dengan boneka ondel-ondel. Bagi masyarakat Betawi tari ondel-ondel digunakan sebagai penolak bala. Sehingga tarian ini dibawakan oleh penari perempuan secara berkelompok tapi kadang juga dikreasikan sebagai tarian berpasangan. Kostum yang dipakai penari perempuan terdiri dari kebaya tiga warna, dengan bawahan batik Betawi semacam rok lebar. Dengan tambahan bagian dada ditutupi toka-toka silang dada atau teratai bulat, serta penari juga memakai selendang. Sedangkan penari pria memakai pakaian khas Betawi dengan kopiah hitam dan sarung digantung dileher. Sejarah Perkembangan Tari Betawi sumber Sebenarnya sejarah pada setiap hal terutama pada tarian berbeda-beda. Walaupun begitu, kejadian masa lalu punya kesan tersendiri hingga lahirnya sebuah jenis tarian baru. Oleh sebab itu, sejarah tarian Betawi diwariskan untuk keturunan selanjutnya. Contohnya tari kembang lambing sari yang diciptakan Wiwiek Widyastuti pada tahun 2000, munculnya ide tarian dari kreativitasnya sendiri. Ceritnya pun berkaitan dengan cerita “Bapak Jantuk” pada topeng Betawi, yang mengisahkan pertengkaran antara Bapak Jantuk dan istrinya. Adegan in menjadi ide awal terciptanya tari kembang lambing sari, yang menggambarkan kegembiraan sang ayah merawat anak-anaknya yang digambarkan dalam bentuk gerakan, nyanyian, serta saling balas pantun. Karena latar belakang suku Betawi yang berasal dari beragam etnis membuat ekspresi seni tari yang dihasilkan juga sangat kaya. Fungsi Tarian sumber Seni tari Betawi sendiri punya beragam fungsi. Dan setiap fungsi pada tarian juga punya tujuan dan maknanya masing-masing. 1. Fungsi Edukasi Sebenarnya pada dasarnya tarian bertujuan hanya untuk menghibur penonton, tetapi ternyata tarian juga bisa digunakan sebagai wadah edukasi masyarakat. Tarian edukasi adalah tarian yang dipentaskan dengan menampilkan pesan moral yang dapat dipelajari oleh penari dan penikmatnya. Contoh tarian yang dimaksud yaitu tari lenggang nyai, yang menggambarkan seorang nyai dengan semangat menjalani hidup, walau telah melewati banyak cobaan. Nyai tersbeut bernama Nyai Dasimah. Tarian yag menceritakan bagaimana penolakan dan hak seorang perempuan untuk menjalani hidupnya. 2. Fungsi Upacara Memang beberapa tarian tradisional dianggap sakral bahkan hanya dipertunjukkan pada acara-acara tertentu. Sehingga ada tarian dengan fungsi upacara contohnya tari topeng Betawi. Tarian ini hanya dipentaskan pada upacara khitan dan pernikahan saja. 3. Fungsi Pergaulan Setiap daerah tentu punya tari pergaulan. Dari Betawi ada tari yapong dan tari cokek yang difungsikan sebagai tari pergaulan yang dikaitkan dengan keadaan daerah masing-masing. Tari pergaulan kadang dipentaskan saat acara penyambutan panen,bersih-bersih desa, dan lain-lain. Gerakan Dasar Dalam Tarian sumber Berikut adalah gerakan dasar yang digunakan hampir pada semua tari Betawi. 1. Sikap Gibang Beberapa bagian tubuh pada penari seperti kaki, tangan, badan dan kepala. Kaki kanan di depan, kaki kiri kemudian ditekuk jadi lutut akan seorang kanan dan kiri. Badan penari akan merendah, dadah dibusungkan dan mengempiskan perut. Tangan kanan ditekuk depan dada, jari jari tangan mengarah kedepan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan telapak tangan ke bawah, dan posisi kepala lurus ke depan. 2. Rapat Nindak Posisi kepala menoleh ke kiri depan, kembali ke kiri lagi, badan menggenjot dan merendah, karena lutut terbuka mengarah diagonal ketukan. Tangan kiri sedikit ditekuk, telapak tangan diputar, menghadap serong kiri. 3. Koma Putes Posisi kedua kaki merapat dengan jarak tumit sekitar 2 kepal, lutut terbuka dengan kaki mengarah diagonal, badan dicondongkan ke depan. Kepala menghadap ke depan, tangan direntangkan ke samping sebatas pinggul, telapak tangan kanan kiri menghadap ke atas. Lalu jari-jar ditutup, kemudian diputar,di buka lagi mengarah ke atas, dengan telapak tangan kiri dan kanan menghadap ke samping. 4. Cendol Ijo Posisi kaki merapat dengan jarak tumit satu kepal, badan merendah, pinggul di goyang ke kanan dan kiri dengan 8 hitungan. Posisi tangan diletakkan di pinggul sambil kepala menoleh kiri dan kanan secara bergantian. Kemudian diulang pada gerakan kaki jinjit, kaki kanan di kiri dibelangkai kaki kanan. Kaki kanan sebagai tumpuan berputar ke kiri maka kedua kaki akan sejajar, membelakangi penonton. Diikuti dengan badan merendah berputar ke kanan, badan diluruskan setelah berputar. 5. Koma Pendek Kedua kaki merapat, badan tegak, tangan berada disamping sebatas pinggang, dengan telapak tangan menghadap ke samping. Posisi kepala menghadap ke depan, lengan sedikit ditekuk kemudian telapak tangan ditutup diputar lagi sambil meluruskan lengan. Busana Khas Penari Betawi sumber Tidak akan lengkap suatu pementasan tari tradisional jika penarinya tidak memakai kostum tradisional juga. Busana inilah yang juga jadi pemikat penonton. Tarian tradisional Betawi juga memakai baju adat Betawi yang berbeda-beda pada setiap jenis tarian yang ditampilkan. Baju tradisional Betawi memang terkenal dengan warna-warnanya yang terang. Warna-warni pada kostum membuat penarinya begitu mencolok. Contoh warna yang digunakan yaitu merah ,identik dengan lambing keberanian. Walaupun jadi berasal dari kota metropolitan tarian tradisional Betawi tidak pernah mati digerus zaman. Melainkan masyarakatnya semakin memperhatikan kebudayaan mereka jangan sampai diambil alih oleh bangsa lain. AdaHobi, Tari Betawi – Sesuai dengan namanya bahwa tari betawi berasal dari daerah suku Betawi di Ibukota Jakarta. Tarian tradisional ini cukup terkenal di berbagai elemen kalangan masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Beberapa hal yang sering diingat dari tari tradisional betawi ini seperti tari topeng, ondel-ondel dan lainnya. Namun seiring berjalan berkembangnya zaman, tarian ini sedikit demi sedikit tergeser dengan masuknya tarian modern dan budaya luar. Sehingga sedikit atau banyak, berdampak akan adanya tari tradisional nusantara ini. Maka dari itu diperlukannya peran dari pemerintah dan masyarakat untuk turut mempertahankan dan melestarikan tari betawi. Kumpulan Tari Betawi yang Wajib Dilestarikan Untuk melestarikan tari betawi, kita mesti mengetahui apa saja tari betawi yang ada karena ada banyak macamnya. Secara umum Tari Betawi dikelompokkan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Tarian-tarian ini merupakan warisan yang secara turun temurun dari para leluhur. Sebagai warga Indonesia dan Jakarta khususnya wajib mengetahui budaya peninggalan sejarah leluhurnya ini. Berikut ini ada 11 daftar tari betawi yang bisa Sobat Hobi ketahui. 1. Tari Ondel-ondel Tari ondel-ondel merupakan tari khas betawi yang menggunakan kreasi boneka besar bernama ondel-ondel dalam tariannya. Boneka ondel-ondel memiliki ukuran tinggi ± 2,5 meter dengan diameter ± 0,8 meter. Boneka ini terbuat dari anyaman bambu, yang dirancang bentuknya agar bisa dipikul penari dengan mudah. Sedangkan wajah dari ondel-ondel sendiri berhias seperti topeng, biasanya untuk laki-laki kulit wajahnya berwarna merah dan sedangkan perempuan berwarna putih. Di bagian kepala terdapat rambut yang terbuat dari bahan ijuk dengan hiasan kembang kelapa. Tari ondel-ondel biasa ditampilkan ketika ada acara pesta-pesta rakyat dan menyambut tamu. Tarian ini menggambarkan sebuah kegembiraan para gadis serta sebagai rasa syukur kepada Allah untuk membahagiakan orang disekitar agar terhindar dari bala. Musik yang digunakan dalam tari ondel-ondel adalah tanjidor, tetapi sebagian grup tari ondel-ondel ada juga yang memakai gambang kromong. 2. Tari Topeng Betawi Tari topeng betawi adalah tarian khas suku Betawi yang dalam pertunjukannya terdapat tarian, musik, nyanyian, lawak, dan drama. Sifat dari tarian ini teatrikal, sehingga gerakan sangat mempengaruhi penari untuk menyampaikan pesan dan tema dalam pementasan. Di Betawi biasanya tari topeng diadakan pada acara-acara hajatan pernikahan, pertemuan, khitanan dan lain sebagainya. Oleh masyarakat Betawi tarian ini dipercaya, jika mengadakan tarian ini untuk menyenangkan lingkungan sekitar, bisa menjauhkan diri dari mara bahaya dan petaka. Dalam pementasan, tarian ini memiliki beberapa segmen untuk ditampilkan. Beberapa segmen yang ditampilkan diantaranya Diawali Tetalu yang merupakan permainan musik instrumental Dilanjut Kangaji yang menjadi dasar untuk tarian pembelajaran anak-anak yang hendak belajar tari topeng Betawi. Kemudian masuk lagu langgam sari dan muncul ronggeng yang merupakan seorang penari perempuan yang membawa tarian topeng tunggal. Berikutnya Lipet Gandes yang didalamnya terkombinasi antara tarian dan lawakan karena segmen berikutnya muncul pelawak yang disebut bodor yang berdialog dan menari dengan lucu. Kemudian muncul enjot-enjotan yang dibawakan oleh sepasang laki-laki dan perempuan. Pertunjukan diakhiri dengan lawak dengan cerita yang sederhana berdurasi singkat, sehingga tidak memerlukan waktu semalam suntuk. 3. Tari Zapin Betawi Tari zapin adalah tarian tradisional betawi yang bercampur dengan kebudayaan arab dari Hadramaut Yaman, yang arti dari kata zapin dalam bahasa arab yaitu gerakan kaki. Tarian ini pertama kali masuk ke Betawi dibawa oleh para saudagar dari Hadramaut yang biasa disebut kaum Hadrami. Kemudian seiring berkembangnya zaman masuklah masyarakat Betawi yang tertarik dengan tari betawi ini. Zapin yang ada di Betawi tergolong dalam tarian zapin arab, bukan tari zapin melayu. Secara umum tari zapin merupakan kesenian tari tradisional bangsa arab yang berakulturasi dengan adat dan budaya di Indonesia. Tari betawi ini hampir berkembang diseluruh wilayah daerah di jakarta dan menambah khasanah tarian di Indonesia. Gerakan tari ini cukup menghibur, dengan keseragaman gerak si penari, kostum yang rapi dan diiringi orkes gambus yang indah. Sehingga terkonsep audio dan visual yang menarik dan menghibur. 4. Tari Nandak Ganjen Tari nandak ganjen merupakan tari betawi ciptaan dari seniman Betawi bernama Sukirman yang terkenal dengan sebutan Entong Kisam. Sejak tahun 1970 si Entong KIsam menggeluti kesenian Topeng Betawi dan Gambang Kromong. Sebenarnya tari nandak ganjen merupakan turunan dari tari topeng betawi yang membawakan sisi komedi didalamnya. Sehingga tarian bergaya jenaka ini tidak memerlukan waktu lama untuk populer dikalangan mahasiswa, remaja dan anak-anak saat itu. Kata nandak dalam bahasa betawi artinya menari, sedangkan ganjen artinya genit atau centil. Nama itu terinspirasi dari salah satu pantun betawi yaitu “Buah cempedak buah durian, sambil nandak cari perhatian”. Tari nandak ganjen diciptakan pada tahun 2000, dalam tari betawi ini menceritakan seorang gadis yang masih belia dan hendak beranjak dewasa. Pada masa usia itu biasanya muncul rasa ceria, gembira, yang kadang ada sikap memberontak. Namun kadang gayanya cenderung centil dan genit, tapi hal itu membuat kekonyolan yang mampu membuat orang lain merasa geli. 5. Tari Blantek Tari blantek tergolong dalam tarian pembuka dalam tari topeng blantek yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini terpisah dari tari topeng blantek. 6. Tari Yapong Dibaca dan disebut dari namanya, tari yapong sekilas hampir mirip dengan tari jaipong khas Jawa Barat. Tapi tari ini bukanlah tari jaipong, tari betawi ini berawal saat peringatan HUT Kota Jakarta ke 450 pada tahun 1977. Tarian ini merupakan presentasi kehidupan masyarakat Betawi menceritakan bagaimana perjuangan Pangeran Jayakarta pada masanya. Tari Yapong diciptakan oleh seniman Betawi bernama Kussudiardjo yang pertama kali dipentaskan oleh 300 orang penari dan musikus pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 di Balai Sidang Senayan. Tari Yapong tergolong dalam tarian gembira, karena menunjukkan kegembiraan dalam kemenangan Pangeran Jayakarta waktu itu. 7. Tari Blenggo Tari blenggo merupakan tari khas Betawi bernuansa islami yang arti dari kata blenggo sendiri yaitu lenggak lenggok. Adapun maksud dari lenggak lenggok disini sebuah gerakan yang disertai dengan tarian. Tari betawi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, musik pengiring tarian ini adalah alat musik rebana. 8. Tari Ngarojeng Tari ngarojeng merupakan tarian yang mengekspresikan suatu ketegaran, kekuatan serta kesabaran dalam menjalani hidup. Sehingga tari betawi ini menggambarkan betapa perempuan Betawi itu mempunyai kemampuan untuk merawat rumah tangga dan lingkungan. Tarian ini biasanya diadakan pada acara-acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintahan kota maupun masyarakat. 9. Tari Lenggang Nyai Tarian yang biasanya ditarikan oleh 4 sampai 6 gadis ini merupakan tarian yang mengekspresikan kelincahan dan keindahan perempuan Betawi. Tarian yang diciptakan pada tahun 1998 oleh Wiwik Widiastuti yang berprofesi sebagai koreografer saat itu. Tarian ini kerap ditarikan untuk pertunjukkan seni dan pariwisata dalam negara maupun mancanegara. 11. Tari Gitek Balen Tarian ini menggambarkan ekspresi dari para remaja putri Betawi yang sedang beranjak menuju dewasa. Gerakannya yang lincah dan dinamis sesuai dengan perangai gadis yang sedang masuk pada masa puber dengan kesan kegembiraan. 12. Tari Cokek Tari cokek merupakan tari tradisional khas Betawi yang sudah ditemukan sejak abad ke 20. Nama cokek dalam bahasa Betawi artinya adalah artis atau penyanyi, yang sebutan lainnya adalah anak wayang. Busana yang dikenakan dalam tari cokek cukup sederhana, dengan menggunakan kebaya panjang atau celana panjang disertai kain batik. Biasanya tari betawi ini ditarikan pada acara-acara resepsi pernikahan dan lainnya. Lagu yang mengiringi tarian ini adalah lagu-lagu Gambing Kromong seperti cente manis berdiri, gelatik nguk nguk, dan stambul jalan. Gerak tari cokek pun tidak terlalu rumit dilakukan. 13. Tari Sirih Kuning Tari sirih kuning merupakan tari berjenis pergaulan adat Betawi yang ada sejak dulu. Tarian ini ditarikan sebagai penyambutan tamu serta hiburan dalam merayakan sesuatu. Iringan musik pada tarian ini menggunakan musik gambang kromong yang merupakan musik perpaduan antara gamelan dan alat-alat musik gesek tionghoa. Kostum yang digunakan pada tari sirih biasanya memiliki unsur warna kuning, namun sebenarnya ada banyak ragam wana untuk menarikan tarian ini. Beberapa warna lain yang dikenakan untuk menarikan tarian ini adalah warna merah dan hijau. Kemudian para penari diberi hiasan kepala sebagai lambang kemakmuran, kebahagiaan dan kedewasaan seorang perempuan. Kadang ada juga yang memakai carad untuk menggambarkan perlindungan terhadap kecantikan perempuan. Jika diperhatian kostum ini sebenarnya kental sekali dengan budaya dari tionghoa. 14. Tari Betawi Samrah Tarian samrah merupakan tarian khas betawi yang merupakan hasil dari pengaruh budaya melayu. Hal itu bisa kita liat dari segi pakaian, gerakan, musik dan teater yang ditampilkan pada tarian ini. Gerak kaki dan lenggang berirama yang dilakukan pada tarian ini ada banyak persamaan dengan tari melayu, baik dilakukan berpasangan maupun perorangan. Kemudian ketika menari diiringi nyanyian serta nyanyian berupa pantun dari seorang biduan. 15. Tari Renggong Manis Tari renggong manis juga salah satu tari tradisional betawi yang dihasilkan dari perpaduan dari berbagai budaya di dalamnya. Beberapa perpaduan budaya itu antara lain budaya Betawi, Arab, China Klasik, dan India yang pada awalnya dipentaskan untuk acara-acara resmi saja. 16. Tari Lenggo Jingke Tari Lenggo Jingke adalah tarian yang terinspirasi dari kesenian zapin gambus yang ditarikan oleh dua orang pria. Tapi pada tari lenggo jingke ditarikan wanita dengan cara berkelompok. Tarian ini diciptakan oleh Drs. Abdurachem, istilah lenggo jingke berasal dari kosakata Betawi yang artinya sambil jinjit. 17. Tari Kembang Lambang Sari Pada tahun 2000 tari lambang sari baru diciptakan oleh Wiwiek Widiyastuti dan menjadikannya tari khas Betawi. Tarian ini terinspirasi dari teater rakyat topeng betawi yang menceritakan salah satu lakon Bapak Jantuk. Di dalam tarian perpaduan antara tari, musik, drama dan lawak. Nah demikian daftar tari betawi yang bisa AdaHobi bagikan kepada kalian, semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan mengenai seni tari. Apabila ada yang akan didiskusikan atau ditambahkan dalam artikel ini silahkan isi di kolom komentar. ï»żKeunikan gerak tari tradisional di Indonesia memang tidak ada habisnya. Hal tersebut karena negeri ini terdiri dari banyak suku, adat, dan etnis yang sangat kaya. Berbagai keunikan gerak tari tradisional tersebut berbeda berdasarkan adat dan kebudayaan setempat. Perbedaan tersebut dipicu dari masing-masing wilayah geografis, interaksi budaya, serta faktor-faktor antarruang lainnya. Beberapa contoh dari berbagai keunikan gerak tari tradisional di Indonesia dapat kita amati pada tabel di bawah ini. No. Nama dan Asal Tari Tradisional Deskripsi Keunikan Gerak Tari Tradisional 1. Tari Kecak dari Bali Tari bali menggerakan bola matanya ke kanan ke kiri secara cepat, ekspresi tari dapat terwakili melalui gerakan mata tersebut. 2. Tari Gendhing Sriwijaya dari Sumatera Selatan Keunikan dan kekhasan gerakan lentikan jari-jari tangan merupakan kekuatan utama dari Taian ini. 3. Tarian Pagelu dari Sulawesi Selatan Memiliki ciri khas gerak dengan kaki yang tertahan pada lantai. 4. Tari Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta Bentuk-bentuk jari tangan digerakkan sedemikian rupa agar dapat mencirikan dan membentuk karakter tari. Misalnya karakter gagah atau justru karakter yang lembut. 5. Tari Tradisi dari Papua Kaki penari cenderung bergerak secara ritmis dan sangat dinamis. 6. Tarian suku Dayak dari Kalimantan Memiliki gerak unik yang menyelipkan bulu burung enggang yang diselipkan di jari-jari tangannya. Sebetulnya apa yang membuat suatu gerak tari menjadi unik? Motif gerak merupakan salah satu keunikan pada tari. Apa itu motif gerak? Motif gerak adalah satuan pola atau corak terkecil pada tari yang di dalamnya terdapat kapabilitas untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi ragam gerak tertentu atau bahkan wujud utama dari gerak tari itu sendiri. Motif gerak ini dapat dilihat pada gerak tangan, gerak kaki, gerak kepala, atau gerak anggota tubuh lainnya. Contohnya adalah keunikan gerak kaki secara ritmis dan dinamis seperti pada tari daerah yang berasal dari Papua. Sementara itu tari daerah Sulawesi Selatan yakni Pagelu memiliki keunikan gerak dengan kaki yang tertahan pada lantai. Selain kaki, keunikan gerak pada mata dapat dijumpai pada tari Bali dengan gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri secara cepat yang sangat mewakili ekspresi tar. Selanjutnya, keunikan motif gerak pada jari-jari tangan dapat dijumpai pada tari Gendhing Sriwijaya. Lentikan jari-jari tangan merupakan kekuatan utama dari tari Gendhing Sriwijaya. Pada tari Minang juga dapat dijumpai keunikan gerakan tangan yang kuat, terkadang mengalun tetapi terkadang patah-patah. Motif gerak Minang banyak dipengaruhi oleh motif gerak pencak silat. Keunikan gerak pada tangan juga dapat ditemukan pada tari Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta. Bentuk-bentuk jari tangan mencirikan karakter tari misalnya karakter gagah atau halus. Keunikan pada gerak jari tangan juga dijumpai pada tarian Dayak melalui bulu-bulu burung enggang yang diselipkan pada jari-jari tangan. Selain motif, keunikan gerak juga dapat dilihat dari ragam. Ragam gerak adalah kumpulan dari beberapa motif. Pada ragam ”meniti batang” pada tari melayu misalnya, ada koordinasi antara motif gerak kaki, tangan, dan juga badan. Setiap tari tradisional di Indonesia maupun mancanegara memiliki keunikan motif dan ragam gerak yang menjadi ciri khas untuk tarian tersebut. Namun demikian, melakukan ragam gerak tradisional haruslah sesuai dengan kaidah yang berlaku dan sesuai tarian berasal. Untuk itu, kita juga harus mempelajari seperti apa jenis penyajian tradisi yang biasa dilakukan agar memahami dengan baik kaidah suatu tarian dengan lebih baik. Jenis Penyajian Tari Tradisi Jenis penyajian atau pertunjukan tari tradisi dilihat dari cara penyajiannya dapat dibedakan menjadi tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok, dramatari, dan tari bertema Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 63. 1. Tari Tunggal Tari tunggal adalah tarian yang memang dibawakan hanya oleh satu orang saja. Contoh tari tradisi yang disajikan secara tunggal adalah tari Topeng Ronggeng dari Betawi. 2. Tari Berpasangan Tari berpasangan adalah tarian yang dilakukan oleh dua orang, baik laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, maupun laki-laki dengan perempuan. Tentunya tari berpasangan akan mengharuskan kita untuk memperhatikan prinsip lain di luar prinsip tari itu sendiri karena melibatkan lebih dari satu orang. Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 73 Prinsip pada tari berpasangan antara lain adalah sebagai berikut adanya gerakan saling mengisi, adanya gerakan saling interaksi, dan merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajian. Contoh tari tradisi yang dilakukan secara adalah tari Payung dari Sumatra Barat yang diciptakan oleh Huriah Adam. 3. Tarian Berkelompok Tari berkelompok adalah tarian yang dilakukan oleh laki-laki, perempuan, atau campuran antara laki-laki dengan perempuan. Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada panggung-panggung pagelaran atau pertunjukan tari. Contoh tari berkelompok misalnya tari Cente Manis dari Betawi, Burung Enggang dari Kalimantan, Tifa dari Papau, Yosim Pancer dari Papua, dan tari Belibis dari Bali. 4. Dramatari Drama tari adalah bentuk penyajian tari yang memiliki desain dramatik. Ada dua desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan kerucut ganda. Desain dramatik kerucut tunggal artinya dalam satu pertunjukan tari hanya ada titik klimaks kemudian menurun. Desain dramatik kerucut ganda adalah pertunjukan dramatari yang memiliki beberapa klimaks sebelum akhirnya turun. Contoh paling terkenal dari dramatari adalah cerita Matah Ati yang bersumber pada gerak tari gaya Mangkunegaran. Dramatari Matah Ati merupakan bentuk tradisi yang bersumber pada tari tradisi Jawa Tengah. Pada peragaan dramatari selain menguasai aspek gerak kita juga harus mampu menguasai aspek lain seperti aspek ekspresi. Untuk mendukung cerita kita harus mampu menerjemahkan naskah lakon drama menjadi gerak tari. Kemampuan menyanyi juga diperlukan untuk tokoh-tokoh tertentu, karena dalam dramatari, dialog biasanya dilakukan dengan cara menyanyi. Jika pementasan drama lebih menekankan pada aspek dialog atau monolog, maka dibutuhkan aspek penting lainnya, yakni bahasa gerak. Penari harus mampu menyampaikan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh dialog atau monolog melalui gerak tari dan ekspresi. Tari bertema dapat dijumpai hampir disemua jenis penyajian tari, baik tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok maupun tari bercerita. Tema pada tari adalah ide yang kemudian diwujudkan dalam bentuk judul tari dan pada akhirnya diekspresikan atau disampaikan melalui gerak. Unsur Pendukung Tari Penyajian tari tradisi baik dalam bentuk tunggal, berpasangan, berkelompok maupun drama tari memerlukan unsur pendukung tari antara lain tata rias dan tata busana. Tata rias dan tata busana memiliki peran penting pada pementasan untuk mendukung karakter tari yang hendak disampaikan atau dipertunjukkan. Misalnya, pada dramatari unsur pendukung tari dalam bentuk tata rias dan tata busana memiliki peran penting karena dapat menunjukkan tokoh dan karakter dapat divisualisasikan. Setiap tokoh memiliki keunikan dan kekhasan dari tata rias dan tata busananya. Tari-tarian tradisi di Indonesia duga tidak lepas dari keunikan unsur pendukungnya. Tari Indonesia memiliki kekayaan keunikan tata rias dan tata busana karena setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Keunikan tersebut membuat kita dapat menebak dari mana tari itu berasal berdasarkan tata rias dan tata busananya saja. Setiap tari yang berbeda akan memiliki tata rias dan tata busana tersendiri. Tata rias dan tata busana juga berkaitan dengan tema tari dan karakter tari yang dibawakan. Selain itu, tata rias dan tata busana untuk penari pria berbeda dengan penari wanita. Perbedaan tersebut juga berlaku untuk semua jenis tari yang berbeda. Tata rias dan tata busana tari tradisi biasanya masih tetap berpijak pada tata rias dan tata busana tradisional. Oleh karena itu, tata busana yang digunakan juga akan mengikuti tradisi atau budaya setempat. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan identitas pengembangan gerak yang dilakukan sesuai dengan daerahnya. Melalui tata rias dan tata busana yang dikenakan oleh para penanti, penonton akan mengetahui dari daerah mana gerak tari tradisi itu dikembangkan. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Hitungan Berikut adalah beberapa gerak tradisi yang telah dikembangkan atau disesuaikan untuk latihan. Berlatihlah dengan melakukan seperti pada gambar yang dilengkapi instruksi lebih lanjut di bawah ini. Gunakan hitungan untuk mengiringi, namun Jika telah mampu melakukan dengan hitungan dapat dicoba menggunakan musik iringan pula. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Iringan Berikut adalah beberapa ragam gerak tari tradisi yang dapat dilakukan dengan menggunakan iringan musik. Referensi Tim Kemdikbud. 2017. Seni Budaya VIII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

tari cente manis dari betawi